January 2012
7 posts
SD pergetekan, another kknm story.
I do LOVE KIDS. Muchos.
Mangkanye, ialah pelipur penat bagi saya ketika teman-teman seper-KKN-an Desa Jayamekar, Cibugel, Sumedang— memutuskan untuk seru-seruan mengajar anak SD. Kami menjadi guru gadungan tapi gaulgila di SD Cidomas.
It’s such a yeaaaa~ey. Kapan lagi dah saya bisa menarikan nyanyi-nyanyian konyol unyumunyu selama sebulan suntuk di tempat KKN?
Haripertama—saya...
December 2011
20 posts
(it's not that easy to) walk my talk.
Jadi, wahai Tuan dan Nona, ketika saban hari mengantar saudara ke Jakarta— di mobil— berusahalah saya (dengan amat sangat semangat hardcore) baca buku-buku ini itu. Yah—ketimbang tidur atau iseng-iseng twitteran atau fesbukan lah hee.
Katain aja deh saya ini si sok-sok (berusaha) intelektualis.
Hehe.
Soalnya ya begini, ya saudaraku, yaa habibi....
lelaki tampan.
Aku yang dahulu tak berpunya, bertangan kosong, berisi-saku hanya debu pikir usang—dimampiri keterjatuhcintaan.
Mendempul ujung ubun hingga kuku kaki. Didarahi oleh aroma. Ah, tentulah saudara saudari sekalian yakinilah benar. Aku berjodoh.
Kutambatkan hati yang ingin sepertinya meretas girang, menjilid sayang.
Tiada sekedar pengabadian rasa, namun pengejewantahan cinta.
Aku kadang...
lending your own camera as five-star-hotel giving...
Teruntuk Adinda gadungan, Aikhalid Nurlatifah.
Maafkan yunda Tristi— Tak lain karena meminjamkan kamera dengan sungguh tiada sepenuh hati! Melainkan dengan segentong kemalasan! Huahua. :[
Mulai saat ini, ketika meminjamkan kamera kepada SIAPAPUN, SOP-nya adalah:
Selalu menyediakan kamera dalam kondisi fully-charged.
Selalu menyelipkan Memory Card di dalamnya.
Selalu menyediakan...
me-rejuvenated!
Semua paket UAS semester lima terkasih telah dilahap entah secara layak maupun tidak. Nyaaam.
Ini kayak makan sayur bayam bagi yang tidak suka sayur. Atau makan ceker bagi yang tidak suka juga. Atau makan Whiskas bagi Olive kucing jablay tercinta yang hanya suka Royal Canin.
Dan mengunyah perasmanan soal-soal UAS— dengan mimik hati paling letih sungguh membikin tua.
So, I think...
that "N" itchy word.
Salman.
Yay.
Masjid ini masjidnya barudak (bukan ‘budak-budak’ heii ya) cerdas ITB yang sering jadi ’selingkuhan’ saya— penyeling ritme padat perkuliahan jurnalistik.
Namun, oh, namun. Acapkali, segelintir dari barudak cerdas ini galau berjemaah gitu sama that-N-itchy-word.
Spell it: to the N to the I to the K to the A…… daan silakan saudara teruskan...
21 tahun dalam memaknai papa.
Gambar yang tercantum dalam 9gag.com hari ini memang kaleidoskop seorang ayah dari sudut pandang pria. Tapi~ entah mengapa, kok saya sekali. Setidaknya sampai yang umur 21 tahun. Saya belum 60 tahun ya tolong. :p
Saya dibesarkan dalam keluarga yang baik-baik saja. Tidak ada badai kemelut kerumahtanggaan orang tua saya yang pantas dijadikan alur cerita sinetron stripping. Namun, entah mengapa,...
3 tags
sounds sekseh.
Teringatlah satu masa. Ini saya yang mendapat nilai akumulasi buruk dalam pelajaran Fisika. Bahkan, nyerinya: di bawah standar. Sret.
Kala itu, gaya hidup alayhumgambrengisme masih lekat dalam diri yang masih baru “hampir” tamat kelas 2 SMA.
Kenapa alay? Karena saya orangnya sok MFTF (mencoba filsuf tapi fail, sok-sok an agnostik gitu, cuh ya? haha) sekaligus BGTG (berusaha gaul...
kepemimpinan dari lantai belasan? tidak 'cuh'...
Dari Kemah Menjadi Indonesia 2011-nya Tempo Institute, Leadership Session (29/11/2011) dari General Electric merupakan bagian kesenengannya saya.
Tak dinyana, padahal ini sangat TTB (tidak tristi banget!) karena:
1. Pembicara berkemeja a la CEO (hey, where’s some men with t-shirt or flanel shirt and jeans with mountain boots to crush on? )
2. Tempat di kantor. (Mengapaaa oh mengapaaah...
November 2011
15 posts
miceuntainya.
Pernikahan itu— Tidak sekedar rela mencintainya.
Tapi harus juga rela MICEUN-TAI-NYA.* Haghaghag.
Tai di sini macam-macam. Nggak hanya harfiah saja. Tai di sini bisa aja merupakan sifat kotornya si doi. Nah loh. Siap nggak membilas si tai tersebut?
Karena pernikahan— bukan sekedar syalala syubidupapap. Ini bagai institusi yang bisa mencipta peradaban mandraguna di dalamnya.
...
mengadili persepsi.
Sering kali ye, mendengar celetukan seperti ini:
“Apaan sih kamu nuduh-nuduh saya begini. Nuduh saya begitu. Yang berhak nuduh saya tuh Tuhan, bukan kamu.”
Yappiyo. Iya banget.
Memang cuma Tuhan yang berhak nuduh kita-kita ini kiri apa kanan. Hitam atau putih. Salah atau nggak. Jelek atau ganteng (haha, ini nggak lah ya). Zooey Deschanel atau Tina Talisa (???).
Dan terdapat pula...
i am not android, but yes, i am paranoid.
Mendamba kemakbulan mencipta makhluk hidup, menempa ragam unit tubuh manusia sedemikian rupa, alabamba! Sesosok monster berhasil hidup dari tangan trampil dr. Frankenstein.
Bernyawa boleh bernyawa. Namun kepalang tanggung, si monster akhirnya terjebak dalam olak konflik kebingungan diri.
Siapa dirinya? Untuk apa dia diciptakan?
Monster murka. Tuan Pencipta dibuatnya bingung. Diperlihatkan...
while waiting for newspaper death we've got this.
Jadi begini. Ahaha. #ketawarusuhdulu
Segelintir teman— ditambah saya yang terobesesi menjadi perempuan cosmo dan postmo (lhoh)— mengikuti perkuliahan tambahan di luar kuliah-kuliah reguler berUTS dan UAS yang hellyeah. Dibawakan oleh pakar jurnalisme online, fresh from Florida, here she is! Mindy McAdams! *prokprokprok
Pakar jurnalisme online ya nggak jauh-jauh ngomongin jurnalisme...
kompromi, indomi, ah, no thanks.
“Your social guides give you swollen eyes But what I’ve got can’t be bought so you can just Call it what you want.”
—Foster The People [Call it what you want]
Maaf ya, sayanya sih yang tiada menerima kompromi. Indomi juga nggak, no thanks. Saya sudah diet makan tuh gembong MSG. Mahaha.
FYI, apa yang saya “pegang” tidak bisa ditawar-tawar. Apalagi...
October 2011
19 posts
daily dose of rainymood.
Saya penyuka canda dan ketawa-ketiwi. Kadang saya teriak. Segelintir tidak percaya. Haha. Semaumu.
Pun penyuka filosofi tiada tamat tentang hujan. Baunya— betapa tiada dipikir bisa dibosankan!
Namun saya lebih suka Ketika saya dan kamu berbincang radikal. Tidak perlu bicara khilafah, komunisme, bom bunuh diri, bahkan Fidel Castro.
Cukuplah bercakap siapa/apa yang ada di hati. Sejauh...
tuhantuhantu
Organisatoris dan pemberani. Lebih sering ber-purnama daripada saya.
Apa lagi yang bisa saya bilang dari perempuan yang satu ini? Shalihah pula. Sebenar-benarnya shalihah, saya doain deh. Aamiin ya kamu.
Yes yes yes. Dia bilang pada saya bahwa ia pernah bilang pada temannya, buat apa pula kita berorganisasi kemahasiswaan? Yah— macam himpunan, senat, atau apalaah.
Jangan-jangan kita-kita...
for the rest of my life.
Mas. Mba. Miaw.
Bukan Maher Zein yang saya akan preteli di sini. Mentang-mentang judul tulisan ini yaitu dan adalah (yaitu dan adalah?) judul salah satu penyanyi islami yang satu ini.
Maaf.
Bukan juga tentang jodoh. Mentang-mentang si judul tulisan di atas itu lagu prikitiw-prikitiwan a la suami istri.
Haha. Maaf juga.
Jadi begini handai taulan yang saya gemari keberadaannya di jagad raya...
awalnya tan malaka, kemudian kaboom-- ada sang...
Walaupun saya tahu banyak yang bilang Tan Malaka adalah seorang komunis (dan beberapa menyangkal)— saya salut dengan pencitraan akannya yang dilakukan oleh para penggemarnya.
Sehingga orang-orang awam yang tidak terlalu mau tahu sejarah— atau sering disebut ahistoris— perlahan mulai respek terhadap tokoh terkenal asal tanah minang ini.
Radikal yang menjual.
Hem yeah....