tuhantuhantu
Organisatoris dan pemberani.
Lebih sering ber-purnama daripada saya.
Apa lagi yang bisa saya bilang dari perempuan yang satu ini? Shalihah pula. Sebenar-benarnya shalihah, saya doain deh. Aamiin ya kamu.
Yes yes yes. Dia bilang pada saya bahwa ia pernah bilang pada temannya, buat apa pula kita berorganisasi kemahasiswaan? Yah— macam himpunan, senat, atau apalaah.

Jangan-jangan kita-kita ini cuma kebagian jatah nerusin tradisi turun-temurun doang. Disibukkan dengan kegiatan tanpa arah yang jelas hendak dikiblatkan kemana. Untuk kekeluargaankah? Untuk pembangunan bangsa gitu? Untuk dapet pahala?
Ia lantas menyadari.
Masing-masing orang punya kepala. Di dalamnya ada otak. Ada lobus-lobus beserta kedalaman lekukannya yang mencipta beragam nada persepsi. Tujuannya nge-organisasi per jiwa itu berbeda-beda, jangan salah. Senantiasa sesuaikah dengan tujuan organisasi yang terdapat di ADRT? Uh la la.
Argh. Selamat datang pada perbedaan tujuan. Baik dalam organisasi atau antar organisasi. Lalu bergerak sporadis. Satu sama lain bergerak namun rancu arahnya.
Kemudian disibukkan. Dituhankan oleh Tuan Sibuk.
Sibuk sibuk sibuk.
Mabuk mabuk mabuk.
Sementara teman saya dan kemudian saya yang ketularan teman saya— adalah organisatoris murung pendamba kejelasan sebuah tujuan yang presisi.
Presisi— bagi kami:
Terorganisir. Penyelamat umat. Pelumat setiap sesat.
Aamin.
*image taken from this


