Woi.
Idul Adha tidak semata kisah si Mbik, Mooo, dan &$%$^ (suara onta yang saya tiada tahu lah bagaimana jika diliterasikan :p) yang disembelih sama si Emang-Emang perkasa terus isded.
Manusia juga dituntut harus menyembelih sifat hewani dalam dirinya, loh.
Sifat hewani tentu bukan ketika Anda berpikir tentang betapa seksinya kuda, atau setianya anjing, gagahnya singa, dan yayaya.
Sifat hewani adalah ketika manusia menuhankan Hawa Nafsunya— lebih dari apa mau Illah-nya.
Mau kapan lagi diperbudak hawa nafsu heii?
Kita tidak pantas deh menyandang predikat ‘manusia bebas’ jika masih diperbudaki, walaupun kita kira begitu.
Wallahualam.
Just saying. ;]
“Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (47:14)
(Source: kakiikan)


