i am not android, but yes, i am paranoid.
Mendamba kemakbulan mencipta makhluk hidup, menempa ragam unit tubuh manusia sedemikian rupa, alabamba! Sesosok monster berhasil hidup dari tangan trampil dr. Frankenstein.

Bernyawa boleh bernyawa. Namun kepalang tanggung, si monster akhirnya terjebak dalam olak konflik kebingungan diri.
Siapa dirinya? Untuk apa dia diciptakan?
Monster murka. Tuan Pencipta dibuatnya bingung. Diperlihatkan akhirnya, Frankenstein meninggal. Telampau sakit akibat kejar-mengejar dengan sang monster.
Bagaimana jadinya jika saya bilang jika Frankenstein yakni umat manusia.
Teknologi— bisa jadi— adalah sang monster.
Diciptakan, kemudian “sang monster” digunakan “Frankenstein” tanpa dialamatkan untuk tujuan tertentu. Jadinya, malahlah ia main kejar-kejaran dengan Tuan Penciptanya. Umat paling hegemonisatoris di muka bumi ini perlahan innalillahi.
Still breathing, but not “alive”.
Like an android.
Dan saya parno.
Sekian.
*image taken from this


