so, tell me, are you a digger?
Dalam kamus perbendaharaan persepsi-nya saya— tidak ada tuh yang namanya “Wow, orang ini religius.”
Atau malah oposisinya “Wow, abal-abal banget tuh orang religinya.”
Bagi saya, yang ada hanyalah “orang yang mau (dan terus) belajar” dan “orang yang tidak mau belajar (lagi).”
Tragis, fakta yang saya temukan kini ialah segerombol manusia berserakan pasrah— yea, pasrah tiada kuasa memayungkan diri dari binalnya lingkungan.
Atau— katakanlah— apatis ria melanda. Akibat cahaya murni nan suci didistorsi oleh kelamnya para penuntut. Ah. Turut berduka cita atas cahaya yang kehilangan pamornya.
Sehingga, apa daya? Jiwa tak sudi lagi memasrahkan diri untuk menyelami nikmatnya cahaya.
O’please, jangan bilang kamu salah satunya.
Saya ingin.



