RSS | Archive | Random | E-mail | AskMe

eow!

i used to be the avatar from earth kingdom, quidditch captain of ravenclaw dormitory, united states of eurasia's empress, major of bikini bottom for two periods, proud ambassador of jumbo-mumbo jupiter, pirate king sailing with quirky-yellow submarine. ;)


Tristia Riskawati's Facebook Profile


but everything goes nothing if i don't suffer like people's here:
Al-Baqarah: 214

Rawr! :O

pssst! i am their stalker

surf 'em!

Ayat Quran
Masjid Salman ITB
Indonesian Youth Conference
glory glory MANUTD
Positivity Blog
LITERATUR3
FWJ Karisma
National Geographic
We Love Hijab
Tobucil
Rukukineruku

bloggiewalkie

Farah Fitriani
Febrina Maharani
Tita Adelia
Prabaning Tyas
Putri Ariin Wulandari
Diryati Widyantari
Arumsari Widhi Astuti
Marsha Faradina
Rino Ferdian
Nur Roni Dinurohman
Damar Iradat
Annisa Oktaviana
Muhammad Ramadhan Yoan
Muhammad Aprianto Ramadhan
Maulidina Kurniawati
Egalita Irfan
Palomina Caesaria
Prima Rusdi
Valiant Buddy
Ghesi Wuri Aryani
Agung Muhammad Rivaldi
Donny Argadinata

chittychattypeople!

Shoutbox by SBox
10 February 12

tristia tersistemi 2012.

Saya rasa saya butuh tersistemi.

Iyes, saya tahu. Memang di luaran sana terdapat orang-orang berasumsi, “hell~o, bukan masalah sistem cuuy, tapi personalnya. Dia orangnya baleg atawa henteu (bener atau nggak).”

Tapi, tetep dah, saya butuh tersistemi inii.
Haha, ngotot.
Tikilikitiiik

Nah, ini merujuk pada pengalaman Kuliah Kerja Nyata (KKN) saya di desa sih.

Dalam konteks KKN, saya “diatur”.

Diatur oleh pihak Unpad untuk berpartisipasi dalam program atau kegiatan masyarakat setempat. Saya bersama rekanan KKN kemudian menyusun jadwal dan persebaran— siapa melakukan apa, dimana, dan kapan. 

Gampangnya, ini yang dinamakan dengan sistem bukan?
Ada sebundel pengaturan dan petunjuk teknis— untuk saya dan teman ketika berkegiatan di desa.

Jujur, ketika KKN, hidup saya rasanya apik tenaan.

Bangun selalu nyubuh, jam setengah 5 teng. Mandi selalu pagi. Habis itu (tumben-tumbenaan) mencuci baju sendiri. Lalu mengeringkan dan menjemur. Ditambah lagi menyetrika. Buat bubur gandum. Selepas itu mencuci piring. Capcus deh berangkat untuk berkegiatan.

Itu karena saya punya jadwal per harinya.
Saya punya patokan.

Beda ceritanya ketika saya di rumah.

Yang ada hanya bisa memble per liburan. Padahal diri ini pengeeeen banget bisa melakukan hal yang produktif secara maksimal.

Semisal, bikin artikel— atau menyelesaikan liputan kajian secara taktis, sangkil, dan mangkus (hahaha sangkil dan mangkus, efektif dan efisien kali yaa). Atau belajar masak.

Then suddenly this sight goes pop on my brain. *tingtingting

Kenapa di rumah saya memble? Why o why? Simpel. Karena saya tidak membikin jadwal, tidak membikin pengaturan. 

Yep.

Saya belum membikin sistem atas diri sendiri. Kalau saya mau produktif, seharusnya saya bikin sistem produktivisme diri juga dong ye.

That’s (i think) the closest answer. 

Makanya, sekarang saya coba buat jadwal dan pengaturan atas diri saya sendiri sekarang.

Seperti ini:

Yah, masih amatir gini nih.
Bukan orang  terstruktur disuruh bikin sistem ya masih gini. Hehehe

Dan, hem, seoke-oke orang, kalau nggak ada di sistem yang punya tujuan yang apik tenaan— dimuliakan Tuhan— tetep aja memble nggak sih?

  1. kalengikansarden posted this
blog comments powered by Disqus
Themed by Hunson. Originally by Josh